Pada hari Jumat, 22 Mei 2026 pukul 16.25 WIB, saya bersama sekelompok mahasiswa di Lhokseumawe memainkan permainan tradisional “Lempar Sandal” sebagai upaya melestarikan budaya lokal di tengah maraknya aktivitas digital. Permainan dilakukan di lapangan terbuka dengan menyusun sandal sebagai persiapan awal.
Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok yang saling mengejar dan melempar sandal ke arah lawan. Pemain yang terkena lemparan dinyatakan gugur hingga tersisa satu kelompok sebagai pemenang.
Selain seru, permainan ini juga melatih kecepatan, kekompakan, dan mempererat persaudaraan antar mahasiswa agar budaya tradisional tetap hidup di kalangan generasi muda.
Seru Sore Lempar Sendal






