PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Senin, (8/6/2026) jam 13:17 siang, sejumlah mahasiswa sedang bermain permainan tradisional Patah Tulang di kawasan Bukit Goa Jepang, Kec. Blang Panyang. Permainan ini dimainkan bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan permainan yang telah lama dikenal masyarakat. Dalam permainan tersebut, para pemain bekerja sama untuk saling menguatkan, menjaga keseimbangan dan kekompakan. Kekuatan dan kekompakan menjadi kunci utama agar permainan dapat berlangsung dengan baik tanpa kesalahan.
Kekompakan para pemain terlihat saat mereka saling berkoordinasi untuk menjalankan aturan permainan. Permainan Patah Tulang merupakan permainan 2tradisional dan dimainkan secara berkelompok, beberapa pemain berperan menjadi tulang yang berusaha bertahan sementara pemain lainnya mencoba menjatuhkan atau mematahkan formasi yang telah di bentuk. Selain untuk hiburan, permainan ini juga melatih kekuatan, kerja sama, dan komunikasi antar kelompok. Kerja sama tersebut membuat suasana permainan semakin seru dan menarik perhatian.
Kerja sama yang terjalin selama permainan menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih dapat ditemukan dalam permainan tradisional tersebut. Para mahasiswa mengaku tertarik memainkan permainan tradisional tersebut karena permainannya sederhana dan tidak memerlukan peralatan tambahan atau khusus, dan permainan ini juga bisa dimainkan dimana saja. Kegiatan yang berlangsung di Bukit Goa Jepang tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali minat generasi muda sekarang yang sudah sibuk dengan gadget. Pelestarian budaya menjadi tujuan utama dari kegiatan tersebut.






