Beranda / Food Review / Nikmat Pinggiran

Nikmat Pinggiran

PHOSMEDIA | Lhokseumawe, 4 Juni 2026 – Pada siang hari, saya berada di kawasan sekitar Kampus Unimal untuk menyaksikan langsung keramaian jajanan jalanan yang digemari banyak pengunjung.

Pengunjung yang datang sebagian besar adalah mahasiswa dan warga sekitar. Saya berhenti sejenak untuk membeli bakso goreng renyah yang terpajang rapi di dalam etalase gerobak berwarna hijau itu. Mereka bebas memilih berbagai saus pelengkap seperti saus sambal, kecap manis, bumbu balado, hingga perasa jagung yang disediakan di botol-botol praktis di depan tempat berjualan.

Setiap butir bakso digoreng perlahan hingga berwarna keemasan merata, menghasilkan tekstur garing di bagian luar namun tetap lembut dan berkuah gurih di dalamnya saat digigit. Penjual dengan gerobak bernama Kayla ini sudah berjualan selama lebih dari tiga tahun dan selalu memastikan adonan bakso dibuat segar setiap pagi agar rasanya tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Ia juga rutin mengganti minyak goreng secara berkala, sehingga bakso yang dihasilkan tidak berbau

Nikmat Pinggiran

Lhokseumawe, 4 Juni 2026 – Pada siang hari, saya berada di kawasan sekitar Kampus Unimal untuk menyaksikan langsung keramaian jajanan jalanan yang digemari banyak pengunjung.

Pengunjung yang datang sebagian besar adalah mahasiswa dan warga sekitar. Saya berhenti sejenak untuk membeli bakso goreng renyah yang terpajang rapi di dalam etalase gerobak berwarna hijau itu. Mereka bebas memilih berbagai saus pelengkap seperti saus sambal, kecap manis, bumbu balado, hingga perasa jagung yang disediakan di botol-botol praktis di depan tempat berjualan.

Setiap butir bakso digoreng perlahan hingga berwarna keemasan merata, menghasilkan tekstur garing di bagian luar namun tetap lembut dan berkuah gurih di dalamnya saat digigit. Penjual dengan gerobak bernama Kayla ini sudah berjualan selama lebih dari tiga tahun dan selalu memastikan adonan bakso dibuat segar setiap pagi agar rasanya tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Ia juga rutin mengganti minyak goreng secara berkala, sehingga bakso yang dihasilkan tidak berbau tengik dan memiliki cita rasa yang bersih serta lezat di lidah siapa saja yang mencobanya. Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong mahasiswa, mulai dari dua ribu rupiah saja pengunjung sudah bisa menikmati satu porsi bakso goreng yang cukup mengenyangkan untuk camilan.

Saat jam istirahat kuliah tiba, antrean pembeli makin terlihat panjang karena banyak yang ingin membawa pulang atau menyantapnya langsung sambil duduk di bangku pinggir jalan tersebut.

Lokasinya yang strategis persis di tepi jalan utama menuju kampus membuat gerobak ini mudah dikenali, bahkan sudah menjadi langganan tetap bagi banyak mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.

Bagi warga sekitar dan mahasiswa, bakso goreng crispy ini bukan sekadar camilan biasa, melainkan bagian dari kebiasaan sehari-hari yang menjadi identitas kuliner sederhana di kawasan kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *