Beranda / Film Riview / “Bukan takdir, namun diusahakan”

“Bukan takdir, namun diusahakan”

PHOSMEDIA | Lhokseumawe-Drama Jepang berjudul My Tomorrow, Your Yesterday atau Boku wa Ashita, Kinou no Kimi to Date Suru kembali menjadi perbincangan pecinta film romantis karena menghadirkan kisah cinta unik yang dipadukan dengan unsur fantasi perjalanan waktu. Film karya sutradara Takahiro Miki ini dirilis pada tahun 2016 dan dibintangi oleh Sota Fukushi serta Nana Komatsu. Berlatar di kota Kyoto, cerita berfokus pada Takatoshi Minamiyama, mahasiswa seni yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Emi Fukuju saat berada di kereta menuju kampus.

Hubungan keduanya awalnya terlihat seperti kisah romansa biasa. Namun, seiring waktu berjalan, Takatoshi mulai menyadari keanehan dari diri Emi yang sering menangis di momen bahagia dan seolah mengetahui kejadian yang belum terjadi. Rahasia besar kemudian terungkap ketika Emi menjelaskan bahwa waktu di dunianya berjalan berlawanan dengan dunia Takatoshi. Mereka hanya dapat bertemu selama satu bulan setiap lima tahun sekali, sementara setiap kenangan yang indah bagi Takatoshi justru menjadi perpisahan bagi Emi. Konsep inilah yang membuat film ini berbeda dari film romantis pada umumnya dan berhasil meninggalkan kesan emosional mendalam bagi penonton.

Secara visual, film ini menampilkan suasana Kyoto yang hangat dan tenang sehingga memperkuat nuansa melankolis cerita. Chemistry antara Sota Fukushi dan Nana Komatsu juga menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Banyak penonton menilai bahwa alur cerita yang sederhana di awal justru berubah menjadi penuh emosi ketika rahasia perjalanan waktu mulai dijelaskan. Di berbagai forum daring, film ini bahkan sering disebut sebagai salah satu film romantis Jepang paling menyentuh karena mampu menggabungkan tema cinta, takdir, dan kehilangan dalam satu kisah yang menyayat hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *