Lhokseumawe, 22 Juni 2026 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa. Berbagai platform berbasis AI mulai digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar, mulai dari mencari referensi, merangkum materi, menerjemahkan jurnal berbahasa asing, hingga
membantu memahami topik perkuliahan yang dianggap sulit.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan AI di kalangan mahasiswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kemudahan akses terhadap teknologi membuat banyak mahasiswa memanfaatkan AI untuk mendukung kegiatan akademik mereka. Tidak hanya mahasiswa di kota-kota besar, mahasiswa di berbagai daerah juga mulai mengenal dan menggunakan teknologi tersebut.
Di lingkungan kampus, AI menjadi salah satu alat yang sering digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas dengan lebih efektif. Namun, para dosen tetap mengingatkan agar mahasiswa tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi tersebut. AI sebaiknya digunakan sebagai pendukung pembelajaran, bukan sebagai
pengganti kemampuan berpikir dan menganalisis.
Fatthia Rizkika, salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, mengaku bahwa AI sangat membantunya dalam memahami materi perkuliahan yang rumit. AI memang memudahkan, terutama saat mencari ide atau membuat rangkuman materi. Tetapi hasil dari AI tetap harus diperiksa kembali agar sesuai dengan fakta
dan sumber yang terpercaya.
Menurut sejumlah mahasiswa, penggunaan AI memberikan banyak manfaat selama digunakan secara bijak. Selain membantu meningkatkan efisiensi belajar, teknologi ini juga dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mencari informasi dan memperluas wawasan mereka. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi digital, AI diperkirakan akan terus menjadi bagian dari kehidupan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan etika penggunaan yang baik agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa.






