PHOSMEDIA | Lhokseumawe-Lhokseumawe 23 Juli 2026 – Menjelang Ujian Akhir Semester (UAS), sekelompok
mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh memilih membuat
podcast sebagai salah satu tugas ujian. Podcast yang direkam di lingkungan kampus ini
mengangkat tema tentang kehidupan mahasiswa rantau dan mahasiswa yang masih tinggal
bersama orang tua. Melalui Podcast ini, mereka saling berbagi pengalaman yang sering
ditemui selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi inti dari pembahasan podcast tersebut.
Pengalaman ini yang kemudian menjadi inti dari pembahasan. Mahasiswa yang merantau
menceritakan bagaimana mereka harus belajar hidup mandiri, mulai dari mengatur uang
bulanan, memasak sendiri, mencuci pakaian, hingga menahan rasa rindu kepada keluarga.
Tidak sedikit mahasiswa yang mencari pekerjaan sampingan demi meringankan beban
orangtua, dari proses itu mereka juga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan lebih
menghargai setiap usaha yang dilakukan oleh orang tua mereka.
Belajar mandiri menjadi hal yang paling sering dibahas dalam podcast ini. Di sisi lain,
mahasiswa yang masih tinggal bersama orang tua juga ikut menceritakan bagaimana
pengalaman mereka sehari-hari. Mereka mengaku lebih terbantu karena kebutuhan
sehari-hari masih banyak yang dipersiapkan oleh keluarga. Meski begitu, mereka tetap
memiliki tantangan tersendiri, seperti membagi waktu antara kuliah, tugas, dan kegiatan di
rumah. Perbedaan pengalaman ini membuat percakapan terasa semakin menarik karena
setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Perbedaan sudut pandang itu justru membuat diskusi semakin hidup.
Perbedaan sudut pandang itu justru membuat diskusi semakin menarik untuk terus digali.
Selama proses rekaman, para bintang tamu saling menanggapi cerita satu sama lain.
Sesekali suasana dipenuhi tawa ketika ada yang menceritakan pengalaman lucu saat
pertama kali hidup jauh dari rumah. Ada juga cerita tentang rasa kangen masakan ibu,
kehabisan uang di akhir bulan, hingga harus belajar mengatur pengeluaran agar cukup
sampai kiriman berikutnya. Cerita-cerita sederhana seperti itu ternyata banyak dirasakan
oleh mahasiswa lain karena mereka merasa cerita tersebut relate dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Podcast ini bukan hanya menjadi tugas untuk persiapan UAS, tetapi juga menjadi tempat
bagi mahasiswa untuk saling mendengarkan dan memahami pengalaman dari
teman-temannya. Dari obrolan tersebut, mereka menyadari bahwa setiap mahasiswa
memiliki tantangan yang berbeda, baik yang merantau maupun yang tinggal bersama orang
tua. Perbedaan itu bukan untuk dibandingkan siapa yang lebih berat, melainkan untuk saling
memahami kondisi masing-masing. Saling memahami menjadi pesan yang ingin disampaikan melalui podcast ini.
Selain melatih kemampuan berbicara di depan mikrofon, kegiatan ini juga membantu
mahasiswa belajar menyusun alur pembahasan, menyampaikan pendapat, dan bekerja
sama dalam satu tim. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, podcast menjadi media yang tepat
untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih santai, tetapi tetap memiliki isi yang
bermakna. Proses pengerjaannya juga memberikan pengalaman baru karena setiap
anggota memiliki peran masing-masing, mulai dari host, narasumber, hingga editor.
Pengalaman baru itu menjadi nilai tambah dari tugas yang mereka kerjakan.
Melalui podcast ini, mahasiswa tidak hanya berusaha menyelesaikan tugas UAS, tetapi juga
menghasilkan sebuah karya yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri. Harapannya, isi
podcast tersebut dapat memberikan gambaran kepada pendengar bahwa kehidupan
mahasiswa, baik sebagai anak rantau maupun yang tinggal bersama orang tua, sama-sama memiliki cerita, tantangan, dan pelajaran yang dapat dipetik.






