PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Kegiatan di Waduk LhokseumawePHOSMEDIA | Lhokseumawe — Pagi yang cerah di Kota Lhokseumawe dimanfaatkan oleh sejumlah nelayan tradisional untuk mengais rezeki. Salah satunya terlihat di kawasan Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, di mana para nelayan lokal mulai turun ke air menggunakan perahu dayung kayu tradisional untuk menjala ikan, Minggu (21/6/2026).
Aktivitas mencari ikan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh warga sekitar waduk yang menggantungkan hidupnya dari hasil perairan tawar dan payau tersebut. Dengan menggunakan jala atau jaring tradisional, nelayan dengan sabar menebar perangkap dari atas perahu kecil mereka, berharap mendapatkan ikan bawal, bandeng, atau udang yang kerap berkembang biak di area waduk.
Keberadaan waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir bagi Kota Lhokseumawe, melainkan juga menjelma menjadi ladang mata pencaharian yang sangat penting bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di sekitarnya.Proses penangkapan ikan dilakukan secara tradisional dengan cara mendayung perahu perlahan ke tengah waduk, lalu nelayan berdiri atau duduk di buritan untuk menebar jala secara manual. Teknik ramah lingkungan ini terus dipertahankan demi menjaga ekosistem waduk agar tetap lestari dan tidak merusak perkembangbiakan biota air di dalamnya.






