PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Jumat sore (22/05/2026) sekitar pukul 16.25 WIB, saya dan teman-teman mahasiswa di Lhokseumawe main permainan tradisional “Lempar Sandal” di Kompleks perumahan PT ARUN, Lhokseumawe. Mahasiswa tersebut sengaja memainkan permainan tersebut untuk bernostalgia sekaligus melestarikan budaya lokal di tengah maraknya game di HP.
Mereka membagi peserta jadi 2 kelompok dan menyusun sandal di tengah lapangan. Satu kelompok jadi penjaga, dan kelompok satunya lagi menjadi pelempar. Peraturannya simpel, kalau sandal yang disusun jatuh, kelompok pelempar harus lari karena akan dikejar oleh kelompok penjaga sambil membawa sandal.
Pergantian peran terjadi kalau semua anggota kelompok pelempar sudah kena lemparan. “Kalau udah kena semua, berarti gantian. Yang jaga jadi pelempar, yang pelempar jadi jaga,” kata dari salah satu pemain.
Suasana waktu itu rame dan penuh tawa. Ada momen lucu pas salah satu teman kena lempar di muka sampai jatuh. “Seru kali main ini. Besok main lagi yuk sampai sore,” ujar teman saya. Ajakannya langsung disambut, “Oke gas!”
Selain seru-seruan, permainan ini juga ada manfaatnya. Kami jadi lebih kompak dan akrab. “Harapannya dengan main kayak gini, anak muda nggak lupa sama permainan tradisional dan budaya kita tetap hidup,” kata teman saya yang lain.






