PHOSMEDIA | Lhokseumawe – 9 Juni 2026, bukit Goa Jepang di Kota Lhokseumawe dulu dikenal sebagai salah satu tempat favorit bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan laut sambil melihat peninggalan sejarah masa pendudukan Jepang. Dari atas bukit, pengunjung bisa melihat hamparan laut biru, pepohonan hijau, dan suasana kota dari kejauhan. Namun sekarang, tempat yang pernah ramai itu mulai terlihat sunyi.
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pengunjung yang datang ke Bukit Goa Jepang terus menurun. Pada akhir pekan yang biasanya dipadati wisatawan lokal, kini hanya terlihat beberapa pengunjung yang datang untuk berfoto atau menikmati angin sore. Beberapa warga menyebut suasana di lokasi terasa lebih sepi dibandingkan beberapa tahun lalu.
Salah satu penyebabnya adalah munculnya banyak destinasi wisata baru di sekitar Kota Lhokseumawe yang menawarkan fasilitas lebih lengkap dan tampilan yang lebih modern. Selain itu, promosi wisata Bukit Goa Jepang juga dinilai kurang aktif sehingga banyak wisatawan, terutama generasi muda, tidak lagi mengenal tempat ini sebagai tujuan rekreasi.
Padahal, Bukit Goa Jepang bukan sekadar tempat bersantai. Goa-goa kecil yang ada di lokasi tersebut menjadi saksi sejarah masa Perang Dunia II dan memiliki nilai edukasi yang penting. Sayangnya, beberapa fasilitas di area wisata terlihat mulai kurang terawat, seperti papan informasi yang memudar dan area sekitar yang membutuhkan perhatian lebih.
Masyarakat sekitar berharap pemerintah dan pengelola wisata dapat menghidupkan kembali kawasan ini melalui perawatan rutin, penambahan fasilitas, serta promosi yang lebih kreatif di media sosial. Dengan pengelolaan yang baik, Bukit Goa Jepang diyakini masih memiliki potensi besar untuk kembali menarik wisatawan.






