PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Sabtu (6/6/2026) pukul 14.00 WIB, Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh menjadi tempat pelaksanaan kegiatan permainan tradisional congkak yang berhasil menarik perhatian dan antusiasme mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang menonjolkan unsur strategi, ketelitian, serta kemampuan berpikir cepat dalam setiap langkah permainan yang dilakukan.
Para peserta menunjukkan kemampuan berpikir taktis yang cukup baik dalam mengatur dan memindahkan biji congkak agar dapat memperoleh hasil yang paling optimal. Setiap keputusan yang diambil dalam permainan mencerminkan ketelitian dan perhitungan yang matang, sehingga menjadikan permainan ini bukan hanya sekadar permainan tradisional, tetapi juga latihan logika dan konsentrasi. Suasana kompetisi berlangsung seru, dinamis, dan penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas di antara seluruh peserta yang terlibat.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya nyata dalam melestarikan budaya permainan tradisional di lingkungan kampus yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda di era digital saat ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya. Selain itu, para mahasiswa juga saling bertukar strategi, pengalaman, serta cara berpikir selama permainan berlangsung, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Interaksi tersebut tidak hanya mempererat hubungan antar mahasiswa, tetapi juga melatih kemampuan kerja sama, komunikasi, serta sikap saling menghargai. Hal ini membuat permainan congkak tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga menjadi media pengembangan diri yang mencakup aspek kognitif, sosial, dan budaya secara bersamaan.






