PHOSMEDIA | Lhokseumawe-11 Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern yang menawarkan berbagai menu kekinian, jajanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Salah satunya adalah Pisang Bandung dan Kentang Goreng yang dijual di kawasan Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Usaha sederhana yang berada di pinggir jalan ini masih ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga yang ingin menikmati camilan dengan cita rasa khas dan harga yang terjangkau.
Pada Sabtu (11/7/2026), aktivitas jual beli di gerai tersebut terlihat cukup ramai sejak siang hingga
menjelang sore. Pembeli datang silih berganti untuk menikmati pisang bandung yang disajikan
hangat dengan balutan aneka rasa, serta kentang goreng yang renyah. Lokasi gerai yang berada di
tepi jalan utama Batuphat membuat tempat ini mudah diakses oleh masyarakat maupun pengguna
jalan yang melintas.
Pisang Bandung merupakan salah satu jajanan yang telah lama dikenal masyarakat. Proses
pembuatannya dilakukan setelah pelanggan memesan sehingga makanan yang disajikan tetap
hangat dan memiliki tekstur yang renyah di luar namun lembut di bagian dalam. Selain itu, pelanggan
dapat memilih berbagai varian topping sesuai selera, sehingga menambah daya tarik jajanan
tersebut.
Pemilik usaha mengatakan bahwa ia selalu berusaha menjaga kualitas bahan baku agar cita rasa
tetap konsisten. Menurutnya, penggunaan pisang yang masih segar dan minyak goreng yang bersih
menjadi salah satu kunci agar pelanggan merasa puas. Ia juga mengaku telah menjalankan usaha
tersebut selama beberapa waktu dan memiliki banyak pelanggan tetap yang datang hampir setiap
minggu.
“Hampir setiap hari ada pelanggan yang datang. Kalau sore atau akhir pekan biasanya lebih ramai
karena banyak orang yang pulang kerja atau sekadar ingin mencari camilan,” ujar pemilik usaha.
Salah seorang pelanggan mengaku sering membeli pisang bandung di tempat tersebut karena
rasanya yang enak dan harganya yang masih ramah di kantong. Menurutnya, jajanan ini cocok
dinikmati saat berkumpul bersama teman maupun keluarga.
“Saya suka beli di sini karena rasanya konsisten dan porsinya pas. Harganya juga terjangkau untuk
mahasiswa,” ungkap salah satu pembeli.
Selain menawarkan rasa yang lezat, keberadaan gerai ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat
sekitar. Usaha mikro seperti ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal dengan membuka
peluang usaha dan menyediakan pilihan kuliner yang mudah dijangkau. Di tengah persaingan bisnis
makanan yang semakin ketat, pedagang kaki lima tetap mampu mempertahankan pelanggan berkat
kualitas produk, pelayanan yang ramah, dan harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat.
Bagi warga Lhokseumawe, khususnya di kawasan Batuphat, gerai Pisang Bandung dan Kentang
Goreng bukan sekadar tempat membeli camilan. Kehadirannya telah menjadi bagian dari aktivitas
sehari-hari masyarakat yang ingin menikmati makanan sederhana dengan cita rasa yang tetap
terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya saing dan terus
diminati meskipun banyak bermunculan berbagai jenis makanan modern.
Dengan mempertahankan kualitas rasa, kebersihan, serta pelayanan yang baik, usaha Pisang
Bandung Batuphat diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kuliner khas yang
tetap dikenal oleh masyarakat maupun pendatang yang berkunjung ke Kota Lhokseumawe.






