PHOSMEDIA | Karo – Pada 11 Juli 2026 Gunung Sibayak, salah satu gunung api aktif di Sumatera Utara, kembali memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata pendakian terfavorit pada musim liburan pertengahan tahun ini. Gunung setinggi 2.212 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terus dibanjiri oleh ratusan pendaki, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin berburu pemandangan matahari terbit dan panorama kawah belerang yang eksotis.
Daya tarik utama Gunung Sibayak terletak pada kombinasi lanskap tebing cadasnya yang megah ,kawah vulkanik yang masih aktif, serta pemandangan gunung Sinabunh dari puncak gunung, para pendaki disuguhkan pemandangan lanskap Kota Berastagi yang diselimuti kabut tipis dari kejauhan. Selain itu, kawah belerang seluas 40.000 meter persegi yang terus mengeluarkan asap solfatara berbunyi mendesis memberikan sensasi petualangan yang tidak ditemukan di gunung lain.
Kepopuleran Sibayak tidak lepas dari karakteristik jalurnya yang tergolong ramah bagi pemula. Untuk mencapai puncak, terdapat tiga jalur utama yang kerap dilalui, yaitu Jalur Jaranguda (jalur aspal yang dekat dengan pusat Berastagi), Jalur Raja Berneh (jalur pemandian air panas), dan Jalur 54 (jalur petualangan melalui hutan). Waktu tempuh yang relatif singkat—hanya berkisar antara 2 hingga 3 jam perjalanan—membuat gunung ini sangat ideal bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas namun ingin merasakan sensasi mendaki gunung api aktif.
Mengingat tingginya antusiasme kunjungan, pihak pengelola setempat bersama pemuda sadar wisata secara berkala melakukan perawatan jalur pendakian dan mengimbau para pendaki untuk tetap menjaga kebersihan. Wisatawan juga disarankan untuk mendaki sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB agar tidak melewatkan momen emas matahari terbit yang menjadi ikon keindahan Gunung Sibayak.






