Beranda / Film Riview / “Tidak Semua Peliharaan Itu Baik”

“Tidak Semua Peliharaan Itu Baik”

PHOSMEDIA | Lhokseumawe, 10 Juni 2026. Film “Kucing Hitam” Angkat Mitos Horor: Hewan Lucu Bisa Jadi Pintu Teror.Poster film dengan mata kucing kuning menyala di depan jeruji besi langsung bikin orang berhenti scroll. Di belakangnya, empat bayangan keluarga pucat menatap kosong dari balik kisi. Kalimat kecil di bawah judulnya lebih ngena lagi: “Teror supranatural menghantui sebuah keluarga setelah mereka memelihara kucing hitam misterius.”

Film berjudul “Kucing Hitam” ini baru rilis poster resminya 10 Juni kemarin. Tapi dampaknya sudah terasa. Lewat visual hitam dan merah yang dominan, film horor karya sineas lokal Aceh ini memaksa kita bertanya ulang. Apakah semua hewan yang kita bawa pulang layak kita sebut peliharaan? Atau jangan-jangan, kitalah yang dipelihara oleh sesuatu yang lebih gelap.

Ceritanya sebenarnya sederhana. Sebuah keluarga normal memungut seekor kucing hitam tanpa pemilik di malam hujan. Awalnya lucu, gemas, jadi penenang setelah kerja. Tapi sejak kucing itu masuk rumah, hal aneh mulai terjadi. Pintu terbuka sendiri jam 3 pagi. Anak bungsu bicara pakai bahasa yang tidak pernah diajarkan. Dan dari balik jendela berjeruji, muncul bayangan empat sosok yang terus mengawasi seperti di poster itu. Lama-lama penonton sadar, kucing itu bukan hewan biasa. Dia penjaga gerbang.

Lokasi ceritanya diset di rumah tua pinggiran kota, tempat lampu jalan redup dan bulan purnama sering kelihatan utuh. Jeruji besi di poster bukan hiasan. Itu simbol. Keluarga di dalam poster terlihat bebas, tapi sebenarnya terkurung sejak mereka memutuskan memelihara.

Kenapa film ini penting dibicarakan sekarang? Karena pesannya nyerempet realita. Banyak orang sekarang adopsi kucing karena ikut tren media sosial. Lihat lucu, langsung bawa pulang tanpa tanya asal-usul. Di Aceh sendiri, mitos soal kucing hitam sudah lama hidup. Ada yang bilang pembawa sial, ada yang bilang peliharaan gaib. “Kucing Hitam” mengambil keresahan itu dan membungkusnya jadi cerita.

Sang sutradara sengaja bikin poster minim info. Tidak ada sinopsis panjang, tidak ada nama pemain besar. Hanya tatapan mata kucing yang langsung mengunci pembaca. Teknik itu berhasil. Ketidakpastian yang diciptakan justru bikin orang penasaran dan share ke grup chat. Kalau info lengkap bikin tenang, info sedikit di sini justru bikin cemas. Dan rasa cemas itu yang dijual.

Judul “Tidak semua peliharaan itu baik” dipilih karena dia menyerang asumsi umum. Asumsi bahwa kucing itu aman, lucu, tidak berbahaya. Film ini membalik semuanya.

Sampai berita ini ditulis, jadwal tayang resmi “Kucing Hitam” belum diumumkan. Tapi satu hal sudah pasti. Setelah melihat poster ini, orang akan berpikir dua kali sebelum bilang “lucu, bawa pulang aja” ke kucing liar di tengah malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *