PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Seorang mahasiswa dan bersama rekan-rekannya tampak asyik bermain permainan tradisional bernama Tepuk Bergilir di halaman kampus, Rabu (17/6/2026). Kegiatan seru ini sengaja dilakukan tepat di depan kelas setelah jam kuliah selesai. Jam kuliah selesai menjadi momen santai yang sangat dinantikan.
Momen santai yang sangat dinantikan ini mereka manfaatkan untuk melestarikan permainan rakyat di tengah gempuran teknologi modern. Kelompok mahasiswa tersebut tampak kompak memperagakan gerakan tepuk tangan secara berirama dan bergantian. Berirama dan bergantian, ketukan tangan yang meleset sering kali mengundang gelak tawa bersama.
Mengundang gelak tawa bersama, permainan tradisional ini terbukti ampuh mengusir rasa penat setelah seharian penuh mengikuti materi perkuliahan yang padat. Selain menghibur, aktivitas luar ruangan ini juga efektif untuk melatih konsentrasi serta kefokusan para peserta. Kefokusan para peserta sangat diuji dalam menjaga ritme ketukan.
Menjaga ritme ketukan secara konsisten menjadi kunci utama agar kelompok mereka tidak kalah dalam permainan tersebut. Melalui interaksi langsung tanpa gawai ini, keakraban antar mahasiswa dapat terjalin dengan lebih erat dan natural. Hubungan yang erat dan natural antar generasi muda diharapkan mampu menjaga eksistensi budaya.
Mampu menjaga eksistensi budaya lokal, kegiatan spontan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk mempopulerkan kembali permainan tradisional Indonesia. Warisan leluhur yang sarat akan nilai kebersamaan ini sudah sepatutnya dijaga agar tidak punah ditelan zaman. Ditelan zaman, permainan edukatif seperti ini harus terus dihidupkan.






