PHOSMEDIA | Lhokseumawe-Di tengah perkembangan teknologi, permainan tradisional mulai jarang dimainkan. Anak muda lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget dibandingkan bermain bersama di luar rumah. Namun, suasana berbeda terlihat pada Jumat siang,(22-5-2026), di Komplek Perumahan Arun, kecamatan Muara Dua. Sekelompok remaja gen Z kembali memainkan lompat karet di area perumahan tersebut.
Permainan sederhana itu menghadirkan suasana ramai dan penuh tawa. Para pemain saling bekerja sama dan berinteraksi langsung tanpa bantuan media digital. Kehadiran lompat karet menunjukkan bahwa permainan tradisional masih mampu menjadi hiburan sekaligus mempererat kebersamaan. Di balik keseruannya, permainan ini juga menjadi kritik terhadap gaya hidup modern yang semakin individualis. Lompat karet mengajarkan kerja sama, sportivitas, dan komunikasi yang mulai
berkurang akibat ketergantungan pada teknologi.
Sebelum bermain, para remaja merangkai karet gelang menjadi tali panjang. Aktivitas sederhana tersebut membuktikan bahwa budaya permainan tradisional masih bisa hidup di tengah era digital, dan dapat kita kenalkan juga kepada gen Alpha sekarang.






