PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Senin (9/6/2026) sekelompok mahasiswa yang sedang bermain permainan tradisional yang dikenal luas dengan nama “kucing dan tikus”. Kegiatan luar ruangan ini dimainkan di sebuah halaman, di dekat perbukitan, serta dinaungi oleh rimbunnya dahan pohon yang menjuntai. Mahasiswa ini memainkan permainan itu pada siang hari yang cerah pada waktu luang mereka. cara memainkan permainan ini, permainan kucing dan tikus ini membutuhkan kerja sama, kelincahan fisik, dan strategi dari para pesertanya. Langkah pertama untuk memulai permainan ini adalah memilih dua orang peserta untuk mengambil peran utama: satu orang bertugas sebagai “kucing” dan satu orang lagi sebagai “tikus”. Sementara itu, para peserta lainnya yang berjumlah lebih banyak bertugas untuk membentuk sebuah lingkaran dengan cara saling berpegangan tangan dengan erat, persis seperti formasi yang terlihat sedang dilakukan oleh para pemuda dalam foto tersebut.Setelah formasi lingkaran manusia terbentuk, permainan dimulai dengan sang kucing yang harus berlari mengejar dan berusaha menangkap sang tikus. Para pemain yang membentuk lingkaran bertindak sebagai pagar pelindung sekaligus pengatur strategi bagi tikus. Mereka harus bergerak secara aktif; merapatkan barisan, merendahkan badan, atau menurunkan tangan untuk menghalangi jalan kucing agar kesulitan menembus masuk atau keluar lingkaran. Sebaliknya, mereka akan mengangkat tangan tinggi-tinggi untuk memberikan jalan pintas bagi tikus agar bisa berlari menghindar dengan leluasa. Permainan akan terus berlanjut diiringi sorak-sorai hingga kucing akhirnya berhasil menangkap tikus, lalu peran tersebut akan dirotasi ke pemain lainnya.Di balik keseruan tarik-menarik dan lari-larian tersebut, tentu ada tujuan positif mengapa permainan ini dilakukan di sela-sela waktu mereka yaitu untuk mengisi waktu luang mereka.
Kucing dan Tikus






