PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Area teduh di dalam kelas (FISIP) mendadak riuh oleh sorak-sorai mahasiswa kelas 2B setelah selesai jam kuliah siang. Kami sengaja berkumpul di sana bukan untuk langsung pulang, melainkan ingin menyaksikan laga panco seru antara dua teman sekelas.
Dua teman sekelas yang terkenal sama-sama kuat ini sengaja ditantang untuk beradu panco demi menyelesaikan taruhan candaan kami. Kompetisi adu otot yang spontan ini diadakan murni sebagai hiburan pelepas penat setelah seharian penuh otak kami diperas dalam ruang perkuliahan.
Ruang perkuliahan yang tadinya menegangkan langsung terlupakan begitu kedua cewek itu mulai mengambil posisi di atas meja kelas. Meja kelas menjadi saksi bisu bagaimana penonton yang hanya beberapa orang tersebut mendadak heboh memberikan dukungan penuh kepada jagoannya masing-masing.
Jagoannya masing-masing saling mengunci jari tangan dengan sangat erat begitu aba-aba perlombaan dimulai oleh ketua kelas kami. Kami semua yang menonton langsung menahan napas saat melihat otot lengan mereka berdua mengeras dan wajah mereka memerah menahan beban.
Menahan beban tarikan yang begitu berat, salah satu dari mereka tidak cuma mengandalkan kekuatan otot, tetapi juga memakai teknik kuncian pergelangan tangan. Teknik kuncian pergelangan tangan yang cerdas itulah yang akhirnya berhasil menumbangkan lawan ke meja dalam hitungan menit saja.
Dalam hitungan menit saja, tawa dan sorak kemenangan langsung pecah merayakan selesainya laga panco seru antar-dua sahabat sore ini. Sore ini, keseruan sederhana di dalam kelas tersebut membuktikan bahwa kebersamaan dengan teman sekelas selalu punya cerita yang berkesan.






