PHOSMEDIA | Lhokseumawe – 25 Juni 2026
“Gonjiam: Haunted Asylum” 2018 adalah film horor Korea Selatan dengan gaya found footage atau siaran langsung. Inti ceritanya: sekelompok kreator konten horor iseng mau naikin viewers. Caranya? Live streaming semalaman di Rumah Sakit Jiwa Gonjiam, tempat yang disebut paling angker di Korea.
Awalnya cuma konten prank + jumpscare bohongan buat viewers. Tapi makin malam, gangguan beneran muncul. Kamera goyang, pintu ketutup sendiri, dan satu-satu kru mulai hilang. Konsepnya simpel: rasa penasaran manusia vs tempat terkutuk.
Sutradara: Jung Beom-sik. Dia pilih format 1 kamera POV kayak vlog YouTube, jadi kita berasa jadi kru ke-7.
Pemeran: Diisi aktor pendatang baru kayak Wi Ha-joon, Park Ji-hyun, Oh Ah-yeon. Nggak ada nama besar, dan itu sengaja. Biar berasa nonton video orang random di internet, bukan film.
Tokoh utama: Seorang host channel horor bernama Ha-joon yang terlalu haus ketenaran sampai ngabaikan tanda bahaya.
Rilis Korea: 28 Maret 2018. Masuk Indo: 27 Juni 2018.
Setting cerita: Masa kini, era semua orang live di media sosial. Makanya horornya kerasa “deket”. Bukan kerajaan atau tahun 80an. Ini bisa kejadian kalau ada anak kos Lhokseumawe yang nekat live di gedung kosong.
Lokasi utamanya Rumah Sakit Jiwa Gonjiam di Gyeonggi-do, Korea Selatan. Rumah sakit beneran yang udah ditutup sejak 1990an dan jadi urban legend.
Di film, lorong sempit, ruang elektro, dan ruang mayat jadi panggung utama. Setting gelap + pengap + banyak pintu bikin claustrophobic. Nonton dari kos aja berasa sesaknya.
Ada 3 alasan utama:
- Formatnya relatable: Kita semua kenal culture live, subscriber, dan “demi konten”. Jadi pas mereka nekat, kita ngerti motivasinya, bukan cuma kesel.
- Horor psikologis > jumpscare: Film ini jarang pake “BOO!”. Yang bikin merinding itu suara ketukan dari kejauhan, bayangan di CCTV, dan sunyi yang kepanjangan.
- Kritik sosial halus: Gonjiam nyindir obsesi viral. Demi viewers, orang rela masuk tempat berbahaya. Pertanyaannya: kalau kamu jadi mereka, bakal masuk nggak?
Jung Beom-sik mainin 2 teknik:
- Teknik Kamera: Semua dari sudut pandang kru. Jadi kalau karakternya lari, kameranya goyang. Kalau dia napas takut, kita denger. Efeknya imersif banget.
- Bangun Tensi Pelan-Pelan: 30 menit pertama isinya becanda, setting alat, ngobrol sama viewers. Horor beneran baru naik pas 1 jam terakhir. Ini bikin pay off-nya berasa banget.
Review Pribadi dari Kos Lhokseumawe
Rating pribadi: 8.5/10
Kelebihan: Format found footage-nya paling rapi di antara film horor Asia. Nggak pusing, nggak mual. Aktingnya natural karena emang kayak vlogger.
Kekurangan: Paruh pertama agak lama buat yang nggak sabar. Tapi itu perlu biar kamu lengket sama karakternya sebelum dibantai.
Peringatan Phos Media: Jangan ditiru ya. Gedung kosong di Aceh juga banyak urban legend-nya. Live streaming demi konten bukan ide bagus.
By: [Efendi Zai]
Tagar: #GonjiamHauntedAsylum #ReviewFilmHoror #PhosMedia #FilmKorea #HororFoundFootage






