Beranda / Film Riview / “Bukan Tempat Pulang”

“Bukan Tempat Pulang”

PHOSMEDIA | Lhokseumawe-Industri perfilman Indonesia kembali diwarnai dengan karya bermakna yang berfokus pada isu sosial. Film drama psikologis berjudul “Kukira Kau Rumah” resmi menyapa penonton dengan pesan mendalam tentang pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental.

Film ini merupakan kolaborasi apik antara Prilly Latuconsina dan Umay Shahab. Menariknya, ini adalah debut Prilly sebagai produser sekaligus pemeran utama bernama Niskala. Sementara itu, Umay Shahab dipercaya menduduki kursi sutradara untuk film panjang pertamanya. Film ini juga dibintangi oleh Jourdy Pranata (sebagai Pram), Shenina Cinnamon, dan Raim Laode.

“Kukira Kau Rumah” adalah film yang diadaptasi dari lagu populer karya Amigdala dengan judul yang sama. Inti cerita film ini berfokus pada kehidupan Niskala, seorang remaja yang mengidap gangguan mental bipolar disorder. Niskala berjuang membuktikan dirinya tetap bisa berprestasi di tengah pengawasan protektif ayahnya yang takut akan kondisi psikologis sang anak.

Produksi film ini dilakukan di bawah bendera Sinemaku Pictures bekerja sama dengan MD Pictures. Film ini pertama kali tayang secara perdana di ajang bergengsi Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2021 sebelum akhirnya dirilis secara luas di seluruh bioskop Indonesia.

Film ini resmi dirilis di bioskop pada tanggal 3 Februari 2022. Kesuksesannya terbukti saat berhasil meraih lebih dari satu juta penonton hanya dalam waktu 5 hari penayangan.

Film ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat (awareness) terhadap isu kesehatan mental yang selama ini masih dianggap tabu atau memiliki stigma negatif di masyarakat. Umay dan Prilly ingin menunjukkan betapa pentingnya pola asuh yang tepat dan dukungan lingkungan bagi para pengidap gangguan mental.

Dalam proses pembuatannya, tim produksi melakukan riset mendalam dengan berkonsultasi bersama psikolog dan komunitas bipolar untuk memastikan representasi yang akurat. Hasilnya, film ini tidak hanya sukses secara komersial dengan total lebih dari 2,2 juta penonton (mendapatkan rekor MURI di masa pandemi), tetapi juga berhasil membawa pulang penghargaan Film Terfavorit Pilihan Penonton di Festival Film Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *