Beranda / Film Riview / Teror mistis”The medium”

Teror mistis”The medium”

PHOSMEDIA | Lhokseumawe-Penayangan film horor supranatural “The Medium” yang menyajikan kisah tentang warisan pedukunan dan kerasukan roh jahat di wilayah terpencil. Film ini memicu kehebohan karena beberapa bioskop sampai harus menyalakan lampu studio selama penayangan demi kenyamanan penonton yang ketakutan.

Film ini disutradarai oleh sutradara legendaris Thailand, Banjong Pisanthanakun (sutradara Shutter dan Pee Mak), dan diproduseri oleh sutradara kondang asal Korea Selatan, Na Hong-jin (The Wailing). Karakter utama yang mencuri perhatian adalah Mink (diperankan dengan sangat apik oleh Narilya Gulmongkolpech), seorang gadis muda yang mengalami kerasukan hebat.

Berlatar tempat di wilayah Isan, Thailand Timur Laut, sebuah daerah yang masih kental dengan kepercayaan mistis dan animisme. Namun, kehebohan penayangannya terjadi di berbagai bioskop di Asia, termasuk Thailand, Korea Selatan, dan Indonesia.

Film ini dirilis secara global dan memuncak popularitasnya dalam beberapa waktu terakhir, menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak paruh kedua tahun perilisannya hingga masa penayangan di platform streaming.

Film ini menjadi viral karena pendekatan visualnya yang menggunakan kamera handheld (gaya dokumenter) sehingga memberikan kesan nyata (realistis). Selain itu, transformasi mengerikan tokoh Mink dan ritual pengusiran setan yang gagal total memberikan efek teror psikologis yang mendalam bagi penonton.

Cerita bermula ketika sebuah tim dokumenter mengikuti seorang dukun wanita bernama Nim. Keadaan berubah mencekam saat keponakannya, Mink, mulai menunjukkan perilaku aneh yang awalnya dikira sebagai tanda-tanda “dipilih” oleh dewa setempat (Bayan). Namun, situasi justru memburuk menjadi rangkaian teror berdarah saat terungkap bahwa entitas yang merasuki Mink bukanlah dewa, melainkan kumpulan roh jahat dan kutukan masa lalu keluarga mereka.
Catatan Redaksi: Bagi Anda pencinta adrenalin dan sinema horor dengan tensi tinggi, “The Medium” menawarkan pengalaman sinematik yang tidak biasa. Namun, film ini tidak disarankan bagi penonton yang sensitif terhadap konten kekerasan ekstrem, gore, dan elemen okultisme yang pekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *