PHOSMEDIA | Lhokseumawe, 21 Mei 2026* — Puluhan mahasiswa memadati kawasan Angkringan Pajak Batuphat, Kota Lhokseumawe, Kamis malam (21/5), untuk menikmati suasana santai sambil menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka. Ramainya kawasan kuliner tersebut berdampak langsung pada meningkatnya penjualan berbagai minuman dingin seperti es teh, kopi susu, dan jus buah yang laris sejak malam hari.
Keramaian mulai terlihat sejak pukul 19.00 WIB. Deretan kursi dan meja di area terbuka angkringan hampir seluruhnya dipenuhi mahasiswa dari berbagai kampus di sekitar Batuphat. Mereka tampak bercengkerama, berdiskusi, hingga menikmati hiburan musik jalanan yang menambah hangat suasana malam.
Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet dibandingkan hari-hari biasa. Cuaca malam yang terasa hangat membuat banyak pengunjung memilih menikmati minuman dingin sambil bersantai hingga larut malam.
“Biasanya ramai saat akhir pekan saja, tetapi sekarang hampir setiap malam mahasiswa datang ke sini. Penjualan es teh dan kopi susu dingin meningkat cukup banyak sejak habis Magrib,” ujar Rahmat, salah seorang pedagang minuman di kawasan Pajak Batuphat.
Menurutnya, mahasiswa menjadi pelanggan utama karena lokasi angkringan berada tidak jauh dari kawasan kampus dan tempat kos mahasiswa. Selain harga makanan dan minuman yang terjangkau, suasana santai di area terbuka juga menjadi daya tarik tersendiri.
Para mahasiswa yang datang umumnya memilih berkumpul bersama teman-teman setelah menyelesaikan aktivitas kuliah. Sebagian dari mereka memanfaatkan waktu nongkrong untuk berdiskusi mengenai tugas perkuliahan maupun kegiatan organisasi kampus.
“Selesai kuliah biasanya kami cari tempat santai untuk kumpul. Di sini suasananya nyaman, banyak pilihan minuman, dan bisa ngobrol sampai malam,” kata Naomi, seorang mahasiswa yang sedang menikmati jus buah bersama rekan-rekannya.
Hal serupa juga disampaikan Putri, mahasiswa lainnya, yang mengaku sering datang ke kawasan tersebut untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas perkuliahan seharian.
“Kalau malam suasananya lebih hidup. Ada musik jalanan juga, jadi tidak membosankan. Kadang kami sekalian diskusi tugas kelompok di sini,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan angkringan dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan, meski mayoritas didominasi mahasiswa. Beberapa pengamen jalanan turut menghibur pengunjung dengan membawakan lagu-lagu populer, sehingga membuat suasana semakin ramai dan akrab.
Lampu-lampu sederhana yang menghiasi area angkringan menambah kesan santai bagi para pengunjung. Aroma makanan bakar dan minuman hangat bercampur dengan suara obrolan mahasiswa yang terdengar hampir di setiap sudut kawasan.
Kondisi tersebut turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar Pajak Batuphat. Tidak hanya pedagang minuman, penjual makanan ringan dan jajanan malam juga merasakan peningkatan jumlah pembeli.
Pedagang berharap suasana ramai seperti ini dapat terus berlangsung sehingga mampu membantu meningkatkan pendapatan usaha mereka di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat.
“Kami berharap mahasiswa terus ramai datang ke sini. Kalau pengunjung banyak, tentu pendapatan pedagang kecil seperti kami juga ikut terbantu,” tutur Rahmat.
Kawasan Angkringan Pajak Batuphat sendiri dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa untuk berkumpul pada malam hari. Selain karena lokasinya strategis, tempat tersebut juga dikenal memiliki harga yang ramah di kantong mahasiswa serta suasana santai yang cocok untuk bersosialisasi dan berdiskusi.






