Beranda / Lokal Trip Journey / Alih Fungsi Kawasan Pabrik Gula Cot Girek

Alih Fungsi Kawasan Pabrik Gula Cot Girek

PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Bangunan bekas Pabrik Gula Cot Girek di Kabupaten Aceh Utara masih berdiri sebagai saksi sejarah industri gula di Aceh. Pada 5 Juli 2026, Sarita mengunjungi lokasi dan mewawancarai petugas keamanan untuk mengetahui perjalanan pabrik, penyebab berhentinya produksi, serta pemanfaatan kawasan tersebut saat ini. Dari hasil wawancara diperoleh penjelasan mengenai kondisi pabrik.

Dari hasil wawancara diketahui bahwa Pabrik Gula Cot Girek berhenti berproduksi sekitar 1986. Petugas keamanan menjelaskan kegiatan produksi dihentikan karena perusahaan mengalihkan usahanya dari pengolahan tebu ke pengembangan perkebunan kelapa sawit. Sejak itu, pabrik tidak lagi digunakan untuk memproduksi gula. Informasi tersebut sejalan dengan catatan sejarah pabrik.

Informasi tersebut diperkuat oleh berbagai sumber yang menyebutkan pabrik mengalami kesulitan mempertahankan operasional akibat pasokan tebu yang tidak mencukupi, kondisi iklim yang kurang mendukung budidaya tebu, serta tingginya biaya produksi. Akumulasi persoalan itu membuat pabrik akhirnya ditutup setelah beroperasi selama belasan tahun. Setelah penutupan tersebut, kawasan memiliki fungsi baru.

Setelah penutupan tersebut, kawasan yang sebelumnya digunakan untuk perkebunan tebu dialihkan menjadi areal perkebunan kelapa sawit, sedangkan bangunan bekas pabrik gula tetap berdiri dan dijaga oleh petugas keamanan. Sebagian bangunan atau sekitar bangunan pubrik dimanfaatkan sebagai lahan penanaman kelapa sawit. Keberadaan pabrik ini masih menjadi pengingat bahwa Cot Girek pernah menjadi lokasi pabrik gula terbesar pertama di luar Pulau Jawa dan bagian penting dari sejarah industri Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *