Beranda / Tradition Reborn / Merawat Masa Kecil Yang Pecah di Lapangan Kampus

Merawat Masa Kecil Yang Pecah di Lapangan Kampus

PHOSMEDIA | Lhokseumawe – Sejumlah mahasiswa FISIP Universitas Malikussaleh (UNIMAL) antusias bermain permainan tradisional pecah piring di lapangan kampus, Lhokseumawe, pada Selasa (30/06/2026) sore. Kegiatan seru ini mereka lakukan spontan untuk melepas penat bersama teman-teman tepat setelah pulang kuliah. Setelah pulang kuliah memang menjadi waktu paling tepat untuk menyegarkan pikiran.

Menyegarkan pikiran lewat permainan ini ternyata mampu melatih kembali kerja sama tim dan ketangkasan fisik para mahasiswa FISIP tersebut. Menggunakan pecahan batu dan bola, mereka dibagi menjadi tim penjaga dan tim penyerang yang saling beradu strategi. Strategi yang matang menentukan kemenangan dalam menyusun kembali menara batu yang runtuh.

Menara batu yang runtuh harus segera disusun kembali oleh tim penyerang sebelum mereka dieliminasi oleh lemparan bola dari tim penjaga. Gelak tawa dan keseruan memuncak setiap kali ada pemain yang terkena lemparan bola karet tersebut. Bola karet tersebut menjadi saksi buktinya runtuhnya gengsi demi menikmati kembali keseruan masa kecil.

Keseruan masa kecil ini membuktikan bahwa kelestarian permainan tradisional bisa tetap eksis di tengah kesibukan dunia perkuliahan modern saat ini. Para mahasiswa berharap kegiatan positif seperti ini bisa menjadi agenda rutin mingguan di lingkungan kampus mereka. Lingkungan kampus mereka diharapkan bisa terus mendukung kegiatan kreatif mahasiswa.

Mendukung kegiatan kreatif mahasiswa, pihak jurusan menilai olahraga tradisional ini sangat efektif untuk mengurangi stres akibat tugas kuliah yang menumpuk. Harapannya, lapangan kampus tidak hanya ramah akademis, melainkan juga menjadi ruang terbuka untuk menjaga warisan budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *